Renungan Firman Tuhan Tentang Kasih (1 Korintus 13: 1-13), Thema: Lakukanlah Segala Pekerjaanmu Di Dalam Kasih

Renungan Firman Tuhan Tentang Kasih (1 Korintus 13: 1-13)
Thema: Lakukanlah Segala Pekerjaanmu Di Dalam Kasih

Pengantar:

Renungan Firman Tuhan – Renungan firman Tuhan tentang kasih di dalam 1 korintus 13: 1-13 merupakan firman tuhan yang sangat lengkap penjelasannya yang memberikan pemahaman yang sangat berguna bagi kehidupan kita umat kristiani untuk lebih kita menguasainya dan menjadikan kasih itu sebagai prioritas yang
 wajib kita lakukan karena bagaimanapun kehidupan kita saat ini, Tuhan Yesus sudah lebih dulu kasih pada kita. Perlu kita ketahui bahwa injil 1 korintus ini, merupakan bagian dari sebuah korespondensi panjang antara paulus dan orang-orang Kristen di korintus. Dari apa yang berhasil dilestarikan melalui korespondensinya, kita mendapatkan gambaran yang baik tentang paulus sebagai seorang gembala, yang senantiasa menerapkan injil pada masalah-masalah yang timbul di dalam jemaat dan berusaha mempertahankan orang-orang Kristen korintus di bawah pelayanannya.

Lakukanlah Segala Pekerjaanmu Di Dalam Kasih
Lakukanlah Segala Pekerjaanmu Di Dalam Kasih
Di dalam Renungan Firman Tuhan ini, kalau kita membaca dari pasal 1 hingga pasal 13 di 1 korintus ini, semuanya menjelaskan tentang jemaat di korintus, yang mana kita ketahui bahwa jemaat tersebut pada umumnya orang-orang yang penuh semangat yang membanggakan diri karena memiliki Roh. Mereka merasa bijaksana dan mempunyai pengetahuan khusus (1 kor 1: 20-29; 1 kor 8: 1-2). Mereka menyombongkan kedewasaan mereka, seolah-olah mereka telah mencapai tujuan iman (1 kor 2:6; 1 kor 4:8). Karena mereka mempunyai semua karunia roh, khususnya karunia berbahasa roh, jemaat korintus membanggakan dirinya sebagai sebagai orang yang paling rohani (1 kor 2:13-15). Masih banyak persoalan lain di korintus, seperti pertikaian antara kelompok (1 kor 1:11-12), semangat untuk membalas dendam kepada orang lain persis seperti yang telah dilakukan kepada mereka (1 Kor 6:1-8), ketidak pedulian mereka terhadap saudara-saudara yang imanya lebih lemah (1 Kor 8:7-13; 1 kor 10:23-30), dan sikap apatis yang tidak mengenal malu terhadap anggota-anggota yang lebih miskin pada perjamuan-perjamuan kasih dan perjamuan Tuhan (1 kor 11:17-22).

Namun kita masih menyaksikan betapa kerasnya paulus menentang sikap mereka tersebut. Bagi paulus, orang-orang korintus telah menyangkal buah-buah roh sementara membanggakan karunia-karunia-Nya. Itulah sebabnya, paulus menulis sebuah nyanyian tentang kasih di pasal (1 kor 13:1-13), untuk mencelikkan mata hati jemaat korintus bahwa apa yang telah dan sedang mereka banggakan hanyalah sebuah kesia-siaan oleh karena mereka tidak memiliki hal yang utama, yakni Kasih (1 kor 12:31b).

Poin-poin Nats Renungan Firman Tuhan Tentang Kasih (1 Korintus 13: 1-13) dengan Thema Lakukanlah Segala Pekerjaanmu di Dalam Kasih


A. Tanpa Kasih segalanya adalah sia-sia (1-3)

Didalam 1 korintus 13:1-3 ini rasul paulus menyinggung, setidak-tidaknya, enam hal kebanggaan manusia:

  • Kemampuan untuk berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan malaikat(ayat 1)
  • Karunia untuk bernubuat (ayat 2a)
  • Karunia pengetahuan intelektual (2b)
  • Iman yang sempurna (ayat 2c)
  • Kemurahan hati (ayat 3a)
  • Memberikan diri untuk dibakar (3b)-sebagian naskah kuno yang berwibawa menambahkan frasa “agar aku mendapatkan kemuliaan”.

Lakukanlah Segala Pekerjaanmu Di Dalam Kasih
Kasih Yesus Sempurna Buat Kita
Sikap paulus sangat jelas, bahwa sekalipun ada manusia yang mampu melakukan salah satu atau bahkan keenam hal diatas, semuanya hanyalah kesia-siaan, dan tidak berguna bagi siapapun apabila ia tidak memiliki kasih. Dengan demikian, paulus tidak sedang berusaha untuk menganulir semua karunia-karunia tersebut untuk dimiliki oleh orang-orang Kristen. Akan tetapi, apabila karunia-karunia tersebut didemonstrasikan hanya untuk dilihat orang dan untuk memperoleh pujian manusia, dan bukan dilakukan di dalam kasih, maka sama sekali tidak ada faedahnya. Mengapa hal demikian bisa terjadi? Karena paulus menyadari bahwa tanpa kasih, kepemilikan dan penggunaan berbagai karunia akan berujung kepada kesombongan dan pamer diri. Hal ini sejalan dengan ucapan yang tajam dari Tuhan Yesus untuk mereka yang menyombongkan amal mereka di depan umum (Mat 6:2). Oleh karena itu, paulus menutup suratnya dengan mengatakan,”Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!” (1 kor 16:14).

B. Bagaimana kasih itu bekerja? (1 kor 4-7)

Dalam ayat-ayat yang indah ini, paulus tidak pernah sekalipun memberikan sebuah defenisi tentang kasih. Sebaliknya, ia menunjukkan cara bagaimana kasih itu “Bekerja”. Berlawanan dengan banyak pemikiran modern yang memandang kasih hanya sebagai emosi, Rasul paulus memperlihatkan bahwa ia bukanlah semata-mata apa yang dirasakan oleh seseorang, melainkan apa yang dilakukannya. Disinilah kita mendapatkan sifat dasar kasih Kristen, Yakni:

  • Sabar
  • Murah hati
  • Tidak cemburu(iri hati)
  • Tidak memgahkan diri
  • Tidak sombong
  • Tidak melakukan yang tidak sopan
  • Tidak mencari keuntungan sendiri
  • Bukan pemarah
  • Tidak menyimpan kesalahan orang lain
  • Tidak bersukacita karena ketidak adilan
  • Bersukacita karena kebenaran
  • Menutupi segala sesuatu
  • Percaya segala sesuatu
  • Mengharapkan segala sesuatu

C. Keunggulan Kasih (1 kor 8-13)

Di ayat 8-13, Rasul paulus memperlihatkan bahwa kasih akan tinggal tetap sekalipun karunia-karunia lain(seperti nubuat, bahasa roh, pengetahuan) telah lenyap. Di dunia yang sedang berlalu (1 kor 7:31), kasih adalah bagian dari kekekalan, dari dunia Allah yang sempurna.
Dibagian akhir ini, Paulus menekankan:

  • Keabadian kasih. Artinya, ketika segala sesuatu yang dimuliakan manusia sudah berlalu, kasih masih akan tetap ada.
  • Kesempurnaan kasih. Artinya, segala sesuatu yang tidak sempurna itu akan lenyap, bahkan karunia bahasa lidah kegemaran orang-orang korintus, tergolong pada yang tidak sempurna.
  • Keunggulan kasih. Artinya, seberapa pun besarnya iman dan pengharapan, kasih masih lebih besar. Iman tanpa kasih menjadi dingin, dan pengharapan tanpa kasih menjadi suram. Kasih adalah penggenapan iman dan pengharapan.

Aplikasi Renungan Firman Tuhan Tentang Kasih 1 Korintus 13:1-13 Dengan Thema Lakukanlah Segala Pekerjaanmu di Dalam Kasih di Kehidupan Kita Saat Ini



  1. Betapa sering kita merasa bangga atas apa yang telah kita raih dalam hidup ini. Pendidikan, status, sosial, pekerjaan/jabatan, kekayaan, pelayanan yang sukses, dll, acap kali membutakan mata hati dan mata iman kita. Kita menjadi sombong dan memamerkan diri di depan sesama. Segala bentuk kemurahan sering kali dibingkai oleh kasih yang hambar. Pelayanan kepada Tuhan (atau gereja) dan sesama semata-mata untuk memperoleh pujian dan menjadi topeng pengukuhan segala bentuk kesombongan dan tebar pesona. Dengan sangat keras, Tuhan Yesus menegur Jemaat Efesus karena mereka telah meninggalkan kasihnya yang semula. Segala bentuk pekerjaan dan pelayanan mereka di cela oleh Tuhan Yesus karena semuanya dilakukan tanpa kasih (lihat wahyu 2:2-5). Kita harus mengingat pesan Tuhan Yesus,”sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.”(Wahyu 2:5).
  2. Apa orientasi kehidupan saudara? Sering kali orientasi kita terbatas hanya kepada masa sekarang (kekinian). Itulah sebabnya, banyak orang yang berjuang dengan sangat kerasnya untuk memperoleh segala-galanya yang nota bene bernilai sementara. Ingatlah, pengetahuan, jabatan/pekerjaan, pelayanan, harta, status, sosial,dll, pastilah akan berakhir di dunia ini. Berorientasilah kepada kekekalan. Kejarlah kasih yang sejati, sebab ia mempunyai nilai kekekalan. Segala sesuatu dalam hidup ini, lakukanlah di dalam Kasih.
Artikel Lain yang telah saya persiapkan untuk umat Tuhan Yesus, antara lain:
1. Dibenarkan karena Iman
2. Mengikut Yesus Memperoleh Terang
3. Pengertian Iman Kristen
4. Kekayaan orang Beriman

Demikianlah Renungan Firman Tuhan tentang Kasih (1 korintus 13:1-13), mudah-mudahan memberikan pemahaman yang sangat berarti sebagai umat kepunyaan Yesus dalam memiliki kasih dan semoga Roh kudus dapat menolong, membimbing, menuntun kita untuk melakukan kasih, baik kasih kepada sesama dan terlebih kasih kepada Tuhan Yesus.

Tuhan Yesus Memberkati.

No comments:

Post a Comment