Renungan Firman Tuhan Tentang Dibenarkan Karena Iman, Galatia 2: 15-21

Renungan Firman Tuhan Galatia 2: 15-21
Thema: Dibenarkan Karena Iman

Pendahuluan
Renungan Firman Tuhan Galatia 2:15-21 ini,Paulus mengkritik hukum taurat yang menurutnya masih normatif (hanya sebatas aturan, miskin penerapan) bagi orang yahudi. Paulus mengatakan bahwa yesus adalah sang penggenapan hukum taurat. Melalui dialah hukum taurat menjadi sempurna. Bersama kristus kita telah mati oleh dan untuk hukum taurat, tetapi
kita hidup oleh dan untuk kristus dengan segala karya kasihnya. Artinya, kita hidup bukan sekedar untuk melakukan hukum taurat atau pun hukum-hukum yang lain. Kita hidup untuk melakukan karya kasih Tuhan Yesus Kristus. Hidup kita ini bukan hidup kita sendiri, bukanlah milik kita sendiri. Kita hidup karena Kristus Hidup.

Dibenarkan Karena Iman
Dibenarkan Karena Iman
Melalui Renungan Firman Tuhan kali ini memberitahukan bahwa Hukum taurat telah memperbudak manusia dan menciptakan deskriminasi. Orang yahudi tidak dapat hidup bergaul dan makan bersama dengan orang yang tidak bersunat karena hukum taurat mereka mengaturkan seperti ini. Mereka hidup di bawah tekanan dan berbagai ketakutan dikarenakan tidak melaksanakan hukum taurat dengan sempurna. Paulus sebagai orang anti perbudakan Taurat mengatakan bahwa Allah saja yang dapat menyelamatkan manusia melalui kasih karunia di dalam kristus. Semua manusia telah kedalam dosa. Oleh karena tidak ada satu orang pun yang mampu melaksanakan taurat dengan sempurna. Teks ini menjelaskan Yesus sebagai pejuang kemerdekaan. Orang-orang yang hidup di dalam kristus dibenarkan bukan karena perbuatan baik mereka tetapi karena kasih karunia Allah melalui Yesus Kristus. Perbuatan baik adalah merupakan respons atas kehidupan dan keselamatan yang telah Yesus berikan.

Poin Penting dari Renungan Firman Tuhan Galatia 2:15-21 dengan Thema Dibenarkan Karena Iman.


Dalam renungan firman tuhan ini, ada beberapa poin yang dijelaskan Rasul paulus pada jemaat Galatia dan juga kita, antara lain:

1. Hukum taurat tidak menyelamatkan
Paulus menjelaskan fungsi hukum taurat hanyalah sebagai cermin untuk melihat dosa atau sebagai pagar(patron) terhadap apa yang harus kita lakukan bukan sebagai jalan untuk mendapatkan keselamatan. Manusia hanya dibenarkan karena iman dan oleh iman kepada kristus yesus. Hal ini memperlihatkan anugerah Allah bukan usaha manusia sehingga tidak ada yang perlu disombongkan. Ternyata jemaat Galatia yang ada pada umumnya berasal dari kalangan Yahudi, telah melakukan pemaksaan kepada orang-orang Kristen non yahudi untuk melakukan sunat.

Pembenaran adalah tindakan Allah bukan hasil filsafat atau perbuatan manusia. Allah membenarkan mereka berdasarkan kasih karunia-Nya bukan karena melakukan hukum taurat (ayat 16).

2. Hidup di dalam kristus
Paulus mengisahkan kehidupannya ketika berjumpa dengan kristus. Ada perubahan yang luar biasa. Paulus tidak malu menceritakan dirinya sebagai orang berdosa. Sebelum berjumpa dengan Yesus, Ia adalah orang yang mengandalkan hukum taurat sebagai satu-satunya pembenaran. Ia tidak segan-segan membunuh orang-orang yang tidak sepaham dengan dirinya. Ia hidup menurut kemauannya. Namun semua berubah ketika berjumpa dengan Yesus. Ia tidak lagi digerakkan oleh keinginan daging tetapi kehendak Yesus. Paulus menanggalkan kehidupan lama, memakai hidup baru di dalam Yesus. Seluruh aspek hidup kita dipimpin oleh kristus. Demikian juga hidup kita adalah milik kristus sebagaimana dikatakan paulus:” Bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan kristus yang hidup di dalam aku”(ayat 20). Karena itu kita harus menjalani kehidupan kita dalam iman kepadanya, bukan menjalaninya menurut kemauan kita sendiri, bukan sesuka hati kita. Hidup dalam iman kepada kristus berarti hidup dalam kepasrahan pada kasih karunia-Nya dan dalam ketaatan kepada kehendak-Nya.

Proses menanggalkan kehidupan lama dan mengenakan kehidupan baru bukanlah suatu yang mudah. Roh kudus memberikan kekuatan kita terus belajar menanggalkan kehidupan lama dan hidup menurut rancangan Allah. Menjalankan hidup menurut gaya hidup Yesus. Fokus hidup tidak memikirkan perkara-perkara duniawi tetapi perkara-perkara sorgawi. Ia berakar dan bertumbuh di dalam kristus (bnd.Kolose 2:7). Paulus mengatakan bahwa segala sesuatu yang di dunia ini adalah seperti sampah (tidaklah berarti) dibandingkan Yesus (Filipi 3:8).

3. Yesus telah menghancurkan tembok pemisah
Pembenaran terjadi ketika kita mengaku dosa kita karena orang dapat diampuni karena mereka berdosa. Mengandalkan kasih karunia Allah berarti tidak melihat dirinya lebih dari baik dari orang lain seperti bangsa Yahudi. Didalam Kristus kita semua sama: Tidak ada yahudi maupun bukan yahudi; tidak ada budak maupun orang merdeka. Artinya semua satu di dalam kristus. Perbedaan yang ada bukan untuk memisahkan tetapi untuk saling melengkapi. Orang kuat menguatkan orang yang lemah; orang yang lemah tidak mengutuki orang yang kuat. Mereka saling melengkapi dan memperkaya satu dengan yang lain di dalam karunia Yesus. Di dalam Yesus tidak ada lagi pemisah satu dengan yang lain. Jika kita masih hidup dibawah tekanan hukum taurat, sia-sialah kematian Yesus(ayat 21). Jika perbedaan yang ada di dalam diri kita masing-masing memisahkan kita, maka sia-sialah kematian Yesus. Melalui kematian Yesus, kita menjadi satu dengan Allah dan dengan sesama manusia. Didalam Yesus tembok pemisah telah dihancurkan.

Aplikasinya Dalam Kehidupan Kita Saat Ini Tentang Renungan Firman Tuhan Galatia 2:15-21

Rasul paulus menyatakan bahwa manusia dibenarkan hanya oleh iman (sola fides), bukan oleh perbuatan. Sebenarnya bila kita perhatikan bahwa paulus bukan sama sekali meniadakan perbuatan . karena sebenarnya surat paulus kepada jemaat di roma hendak melawan ideology agama yahudi yaitu mengandalkan pada perbuatan manusia, bukan pada Tuhan. Paulus mengkritik kalangan Kristen yahudi yang menjaminkan hidupnya pada perbuatan dan pentaatan hukum taurat, bukan pada iman yang terungkap dalam cinta kasih. Orang Kristen yahudi berpendapat bahwa kristus memang sudah mati dan bangkit, tetapi kita juga harus taat pada hukum taurat agar kita selamat. Paulus lebih pada refleksi teologis apologetic, dai pada pertentangan iman dan perbuatan yang baik.

Pembenaran itu sendiri merupakan karya Allah yang esensial di dalam kehidupan orang percaya. Pembenaran artinya Allah menyatakan bahwa seorang yang pendosa menjadi orang yang benar. Ia melakukan pembenaran ini dengan menaruh, mengenakan kebenaran Yesus kepada orang berdosa tersebut. Ketika seseorang dibenarkan dan dikuduskan oleh Allah, maka seharusnya ia juga menyadari bahwa hidup kita haruslah difokuskan kepada Allah yang menjadi pemilik dari hidup kita. Dengan demikian, bukan lagi berfokus kepada keberadaannya sebagai manusia, melainkan kepada Allah yang telah mengerjakan pekerjaan yang sempurna dalam hidupnya. Sehingga dengan demikian, baik hidup maupun hukum taurat harus diarahkan untuk melayani dan untuk memuliakan tuhan. Keselamatan kita itu datang sebagai karunia Allah. Tetapi hanya dapat diterima oleh tanggapan manusia melalui iman. Iman kepada Yesus kristus adalah satu-satunya syarat yang diminta Allah untuk keselamatan.

Orang yang hidup di dalam iman kepada kristus Yesus menyadari bahwa hidupnya telah diampuni oleh Allah melalui penebusan Yesus. Mereka tidak sombong secara rohani tetapi memiliki kerendahan hati bahwa yesus telah membenarkan dihadapan Allah melalui kasih karunia. Sebagai Respons atas pembenaran itu adalah hidup melayani Allah. Segala bentuk-bentuk perbuatan baik adalah sebagai rasa syukur karena telah menerima kasih karunia Allah di dalam Kristus Yesus.

Ada beberapa Nats Renungan Firman Tuhan dengan Judul lainnya, antara lain:
1. Lakukanlah segala pekerjaanmu di dalam Kasih 
2. Kekayaan orang Beriman
3. Mengikut Yesus memperoleh Terang 
4. Pengertian Iman Kristen

Demikian penjabaran renungan firman tuhan Galatia 2:15-21 dengan Thema dibenarkan oleh iman , mudah-mudahan dapat menyadarkan setiap insan manusia untuk lebih mengutamakan Tuhan dalam setia langkah dan aktifitasnya.

Tuhan Yesus Memberkati.

No comments:

Post a Comment