Renungan Firman Tuhan Tentang Kekayaan Orang Beriman, Efesus 1: 3-14

Renungan Firman Tuhan Efesus 1: 3-14
Thema: Kekayaan Orang Beriman.

I. Pendahuluan

Didalam Nats Renungan firman Tuhan Efesus 1; 3-14 dengan thema Kekayaan orang beriman, Kekayaan adalah idaman setiap orang. Orang senang berbicara tentang kekayaan dan cara-cara meraihnya. Yang mereka pikirkan tentang kekayaan cenderung berupa materi, yaitu: mobil mewah, rumah besar, sejumlah uang deposito,
keliling luar negeri, dan hal-hal yang enak-enak. Orang senang berkhayal seandainya bisa menjadi jutawan, maka dia akan dihormati dan dapat meraih segala impian. Kenyataannya sudah kaya tapi ingin tambah kaya. Dunia ini mengidentikkan kebahagiaan dengan kekayaan materi. Manusia bekerja keras dalam hidupnya supaya mendapatkan sejumlah kekayaan materi bahkan bisa mereka wariskan kepada keturunannya. Memanglah manusia tidak pernah puas akan kekayaan tersebut.

Kekayaan Orang Beriman
Kekayaan Orang Beriman
Melalui Nats Renungan firman Tuhan Efesus 1: 3-14, Rasul Paulus menjelaskan kekayaan disini bukanlah kekayaan dunia yang kita peroleh melalui kerja keras, namun kekayaan rohani yang kita peroleh melalui anugerah Allah di dalam Yesus Kristus. Apakah kekayaan Rohani itu? Siapakah yang memilikinya dan bagaimana seharusnya sikap orang yang memiliki kekayaan rohani itu? Kita akan menelusuri melalui penjelasan di bawah ini.

Poin pembahasan dalam renungan firman tuhan Efesus 1: 3-14 dengan Thema Kekayaan Orang Beriman


II. Penjelasan

A. Apakah kekayaan rohani itu?
Saya berbicara tentang kekayaan rohani dalam teks renungan firman tuhan ini, sebagaimana diungkapkan oleh Paulus. Kekayaan yang mungkin tidak menarik bagi orang lain. Kekayaan ini bukanlah dalam bentuk uang tunai atau deposito di bank. Paulus menyebutnya berkat rohani didalam sorga (ayat 1). Berkat rohani atau kekayaan rohani itu adalah:

1. Allah telah memilih kita sebagai anak-anak Allah bahkan sebelum dunia dijadikan supaya kita kudus dan tak bercacat dihadapannya (ayat 4). Pemilihan itu bukan karena kehebatan kita, tetapi  kasih karunia, ini merupakan inisiatif Allah sebagaiman ditegaskan dalam injil Yohanes mencatat perkataan Yesus “Bukan kamu yang memilih aku, tetapi akulah yang memilih kamu”(Yohanes 15:16). Tujuan pemilihan itu adalah menjadi kudus dan tidak bercacat.

1.1 Menjadi Kudus
Kudus berarti tidak berada dalam kenajisan, tidak ternodai dari hawa nafsu, dari kecemaran dan tidak bercacat dihadapan Allah. Disini hidup kudus bukan pilihan berarti suatu keharusan. Dalam perjanjian baru, kata kudus mengandung banyak makna dan istilah, antara lain: dikhususkan, didedikasikan, dikonsentrasikan, disucikan dan dipisahkan. Apapun Konteks kata itu, semuanya berakar dalam konsep pemisahan dan perbedaan. Hidup kudus berarti hidup yang dipisahkan dan berbeda dari cara-cara dunia, dalam rangka hidup untuk Tuhan. Pemisahan dan perbedaan itu bukanlah untuk hidup mengasingkan diri dari dunia. Mereka hidup di dunia ini, namun perbuatan mereka berbeda dari orang-orang yang tidak mengenal Allah. Misalnya seorang Kristen akan bekerja dan menjalankan aturan-aturan kerja di tempat ia bekerja, bukan karena takut kepada pimpinannya tetapi karena takut kristus.
1.2Tidak Bercacat
Segala sesuatu yang kita lakukan misalnya di pekerjaan, rumah tangga, harta, hobby dan lain-lain, harus kita kita lakukan dengan tidak bercacat, karena itulah yang diinginkan Tuhan supaya hidup kita ini menyembah Dia dengan persembahan tubuh yang tidak bercacat.

Kekayaan Orang Beriman
Kekayaan Orang Beriman
2. Kita beroleh penebusan (ayat 7)
Penebusan yang telah dilakukan di bukit golgota dimana tuhan yesus telah mati disalibkan untuk menebus dosa-dosa kita, akan menjadi bagian dari penebusan diri kita sebagai pewaris kerajaan sorga.

3. Allah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita (ayat 9).
Kekayaan orang percaya adalah Allah menyatakan rahasia kehendaknya kepada mereka. Biasanya rahasia tersebut diungkapkan kepada orang yang dipercaya dan dianggap dekat. Dengan demikian kita memiliki pengetahuan sebagaimana disebut: “Sebab didalam dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan” (1 Kor 1:5). Allah menyingkapkan rencanaNya, ProgramNya bagi kita melalui Yesus Kristus. Melalui Kristus kita memahami rencana Allah bagi hidup kita dan bagi dunia ini sebagaimana Yesus katakan: “Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya anak itu berkenan menyatakannya” (Matius 11:27).

4. Kita dimateraikan oleh roh kudus (ayat 13)
Allah telah menjanjikan kepada kita sebuah Roh Kudus, Allah berjanji pada saat hari Pentakosta, Dan roh kudus ini hanya bekerja bagi setiap orang yang percaya dan mengenal yesus sebagai jurusselamat umat manusia, ini merupakan warisan yang sangat luar biasa yang bukan warisan akhir tetapi warisan awal berkat surgawi yang akan kita terima kelak yang selengkapnya. Roh kudus adalah jaminan terhadap apa yang akan kita warisi di masa akan datang. Allah telah membebaskan umat-Nya, tetapi kesempurnaan pembebasan itu masih berlangsung di masa depan. Semua yang percaya adalah pewaris, tetapi warisan tersebut belum diterima semuanya, masih menunggu penyempurnaannya di masa depan.

B. Siapa yang memiliki kekayaan rohani itu?
Kekayaan rohani itu diberikan sebagai anugerah Allah bagi mereka yang percaya kepada kristus. Namun kekayaan rohani tidak tidak terkumpul dengan sendirinya. Sebagaimana mempunyai rekening bank tidak otomatis terkumpul. Dibutuhkan perjuangan keras sebagaimana dalam Matius 6:20 menyebutkan “Timbunlah bagi dirimu harta disorga”. Ternyata tidak cukup sekedar mempunyai agama agar kita memiliki kekayaan secara rohani. Kita perlu memupuk hubungan yang erat dengan Allah, Sebagaimana Yesus mengatakan:”dimana hartamu, di situ hatimu”(Matius 6:21). Jika kita menjadikan kekayaan rohani harta yang abadi tentu hati kita akan kesana. Orang yang kaya rohani akan merasa miskin dihadapan Allah sebagaimana kata Yesus:”berbahagialah mereka yang miskin dihadapan Allah karena merekalah yang empunya kerajaan Allah”(Matius 5:3). Apa yang dimiliki saat ini belumlah seberapa dibandingkan ke masa yang akan datang. Karena itu dia terus akan berjuang mendapatkannya.

C. Bagaimana sikap kita atas kekayaan rohani itu?
Allah menguji orang-orang percaya melalui kekayaan mereka. Tuhan menguji iman Abraham dengan memintanya mempersembahkan anaknya Ishak. Allah mengizinkan iblis mencobai Ayub dengan menghabiskan semau hartanya. Walaupun pada akhirnya Allah mengembalikan semua harta Ayub tersebut. Ayub perlu mengalami penderitaan sebelum mendapatkan anugerah Allah tersebut?. Orang yang belum kaya secara rohani sangat berbahaya jika kaya secara financial. Uang di tangan orang-orang yang belum kaya secara rohani akan menjadi bencana bagi dirinya dan orang lain. Mereka menjadi sombong dengan kekayaannya. Uang di tangan orang-orang yang sudah kaya secara rohani akan membuat mereka semakin kaya secara rohani. Kekayaan sejati bukanlah kekayaan financial. Banyak orang yang kaya secara financial yang tidak bahagia. Kekayaan yang sejati adalah kekayaan hubungan. Hubungan yang kaya dengan Tuhan, dan hubungan yang kaya dengan sesama kita. Kekayaan financial akan menjadi baik hanya jika kekayaan financial itu semakin memperkaya hubungan kita dengan Tuhan dan sesama.

Aplikasi Renungan Firman Tuhan Efesus 1: 3-14 dengan Thema Kekayaan orang Beriman


Banyak orang mengorbankan kebahagiaan mereka karena terlalu fokus dalam memenuhi kekayaan harta benda dan mencari uang sebanyak-banyaknya. Mereka rela mengorbankan kesehatan dan waktu terbaik dengan keluarganya. Disisi lain banyak orang tua yang berpikir bahwa jika ia sudah memberikan sarana pendidikan yang terbaik, kebutuhan sandang pangan yang berlimpah serta warisan materi berlimpah bagi anak-anaknya berarti ia sudah memenuhi kewajibannya sebagai orang tua yang sukses. Namun mereka lupa bahwa harta warisan sejati terbaik bagi anak-anak dan setiap keturunan bagi setiap generasi adalah warisan iman dan karakter yang berkualitas.

Semua berkat rohani itu Allah tuangkan di dalam kristus Yesus. Malah Kristus sendiri adalah berkat Allah bagi manusia. Oleh karena karya penyelamatan-Nya kita telah menerima segala berkat rohani. Kita telah menjadi anak-anak Allah. Tentu yang menjadi fokus perhatian kita bukan semata-mata kekayaan di dunia ini sebagaimana Yesus menegaskan:”apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?”(Matius 16:26). Nyawa jauh lebih berharga dari pada seluruh harta di dunia ini, kekayaan dunia menjadi tidak berarti tanpa kekayaan dan kemenangan rohani dan itu adalah anugerah Allah (Efesus 2:8-9).
Kita menyadari banyak rencana-rencana kita kedepan, namun perlu diingat apakah rencana kita itu kita susun untuk mencari kekayaan rohani atau hanya untuk mencari kekayaan duniawi. Pilihan ada pada setiap kita!!!.

Beberapa Renungan Firman Tuhan yang telah saya persiapkan untuk di telaah, antara lain:
1. Mengikut Yesus memperoleh Terang
2. Dibenarkan karena Iman
3. Lakukanlah segala pekerjaanmu di dalam kasih
4. Pengertian Iman Kristen

Demikianlah Renungan firman tuhan Efesus 1: 3-14 dengan Thema Kekayaan orang beriman, semoga tuntunan roh kudus menyertai kita dalam menjalankan roda kehidupan di dunia ini.

Tuhan Yesus Memberkati.

1 comment: